Tak hanya membahas terkait politik saja, Bupati Hartopo juga menjelaskan tentang sumber dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD. Sebab, menurutnya masyarakat harus mengetahui pendapatan dan penggunaan APBD agar dapat ikut memantau dan mengawasi keuangan daerah.
“Masyarakat juga harus tau apa itu APBD, sumber, dan penggunaannya. Supaya dapat ikut memantau dan mengawasi keuangan daerah, jadi paham betul mana yang jadi prioritas pengerjaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Mohammad Fitrianto mengungkapkan tujuan diselenggarakannya pendidikan politik untuk mengenalkan pada masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik, termasuk memberikan pemahaman terkait hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia dalam memaknai politik.
“Sebagai warga negara memikili hak dan kewajiban. Kita mendapatkan hak untuk hidup dengan nyaman, dan memiliki kewajiban bersama menciptakan keamanan dan ketertiban, apalagi jelang pemilu,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh peserta sosialisasi berpartisipasi dalam menyambut tahun politik dengan turut mensukseskan pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung tahun 2024.
“Mari bersama kita sukseskan pemilu dengan memberikan hak pilih panjenengan, jangan sampai golput. Pilihlah pemimpin atau wakil rakyat sesuai kehendak pribadi,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir beberapa pembicara lainnya, diantaranya Ketua Komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo, anggota DPRD Kudus Budiono, dan akademis dari UMKU Trias Hernanda.***
