Gerakan Pangan Murah di Kudus Bakal Ada Setiap Bulan, Harga di bawah Pasar

Seorang warga membawa beras murah di Gerakan Pangan Murah (NILA)

Tujuan kegiatan ini dikatakan Didik untuk memutus rantai distribusi dan pengendalian inflasi di Kabupaten Kudus.

Gerakan ini pun banyak menarik animo masyarakat untuk datang. Seperti yang terjadi hari ini, sejak pukul 06.00 WIB, sudah banyak masyarakat yang mengantre untuk membeli. Padahal pasar murah baru buka pukul 07.00 WIB.

“Jadi kegiatan ini tidak hanya saat menjelang lebaran seperti saat ini, di bulan-bulan selanjutnya juga ada,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Untuk kali ini, Dispertan dikatakan Didik menggandeng 40 pelaku usaha binaan dinas. Mulai dari tanaman pangan, peternakan, perikanan, hingga ketahanan pangan.

Menyediakan beras dari Bulog disediakan 2,5 ton, dari Gapoktan 1,5 ton, dan telur hingga 500 kilogram. Semuanya pun habis dalam beberapa jam saja.

Manfaat adanya pasar murah ini juga dirasakan Situ Qorijah (44). Ia bisa membeli telur dengan harga Rp 24 ribu perkilogram, padahal harga di pasaran sekitar Rp 27 ribu.

Dengan begitu, ia bisa lebih berhemat menjelang lebaran yang sebentar lagi akan datang. Pun telur yang dibelinya bisa dimasak.***