Frans menyatakan, kemenangan KO yang diraih secara singkat dalam setiap pertandingan menunjukkan hasil latihan yang efisien dan efektif. Penerapan “Game Plan” atau strategi bermain yang matang menjadi kunci sukses bagi ketiga atlet di atas ring.
“Kemenangan ini adalah jawaban atas tantangan ‘Satu Komando’ dari Ketua Lindu Aji Kolocokro DPC Kudus. Kami semua bangga melihat hasil yang mereka raih,” imbuhnya.
Keberhasilan tiga atlet ini juga menjadi pengingat akan potensi besar yang dimiliki Kudus dalam olahraga beladiri. Suhadi berharap, prestasi ini bisa menjadi dorongan bagi masyarakat Kudus, khususnya para pecinta beladiri, untuk menyadari peluang besar bagi generasi muda kota Kudus dalam meraih prestasi di bidang olahraga.
Sebagai bentuk pengabdian pada Kota Kudus, Sasana Lindu Aji Kolocokro kini menyediakan fasilitas pelatihan yang lengkap untuk para pemuda yang ingin belajar dan mengasah kemampuan dalam beladiri.
Terletak strategis di dekat Stadion Sepak Bola Wergu Wetan Kudus, sasana ini menyediakan kelas Standing Fighting (Boxing dan Muay Thai), Ground Fighting (Brazilian Jiu-Jitsu), serta kelas MMA (Mixed Martial Arts), dengan harapan bisa menarik lebih banyak bakat muda yang tertarik mengembangkan potensi diri.
Kemenangan di ajang Lindu Aji Boxing Tournament 2024 ini bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga bukti komitmen Sasana Lindu Aji Kolocokro dalam mengharumkan nama Kudus.
Sebagai wujud keseriusan dalam pengembangan potensi atlet lokal, kemenangan KO ketiga atlet muda ini mempertegas Sasana Lindu Aji Kolocokro sebagai pusat pelatihan beladiri yang tidak hanya mencetak prestasi tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi daerah. (YM/YM)
