“Kalau menanggapi saling lempar, dari kami ini PSSI Kudus kami diajak bicara juga siap,” ucapnya.
Lalu, Jika memang para suporter akan berdemo ke Askab pada aksi susulan nantinya, pihaknya sudah memliki jawaban terkait soal anggaran Persiku kedepannya.
“Kalau memang berdemo ke kami Askab, kami pun sudah ada alasan. Soalnya kami dari Askab meminta anggran dari KONI. Tinggal KONI memberikan atau tidak kan gitu,” jelas dia.
Daniel melanjutkan, hingga detik ini pihaknya telah menerima anggaran sekitar Rp 1,350 miliar dari KONI Kudus. Anggaran tersebut didapatkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni tahun 2022.
Namun, kata Daniel, anggaran tersebut hanya digunakan untuk diklar, porprov, dan kompetisi pembinaan. Sementara untuk pembiayaan Persiku untuk maju ke Liga 3 belun termasuk dalam anggaran tersebut.
“Kita dari pengajuan murni mendapatkan sekitar Rp 1,350 miliar itu untuk Diklat, Porprov, dan kompetisi pembinaan juga. Yang anggaran murni tahun ini untuk Persiku belum dapat,” terang Daniel.
Ia mengaku, jika pengajuan anggaran untuk Persiku pada APBD murni 2022, pihaknya masih menunggu kepastian kick off kompetisi liga 3 2022. Sehingga, hal tersebut mengakibatkan skuad Macan Muria belum mendapatkan anggaran di APBD murni tahun ini.
“Kalau anggaran sampai saat ini kita belum dapat dari KONI untuk Persiku. Karena kemarin untuk tanggal kick off belum pasti untuk kompetisi tahun ini. Tapi kemarin sudah ada kongres, jadi sambil berjalan kita sudah matang tinggal nanti kita mengajukan dari perubahan, semoga saja diterima,” kata dia.
Untuk diketahui, pelaksanaan kompetisi Liga 3 2022 Jawa Tengah akan dilaksanakan pada pertengahan bulan September 2022 mendatang. Saat ini, tim Persiku pun telah melakukan sejumlah persiapan untuk menunjukkan terbaik sewaktu pertandingan nanti.***
