“Saya ketemu para pelukis yang datang dari berbagai daerah. Ada dari seluruh pulau Jawa, ada juga dari Bali, Bengkulu, Batam, Jogja, Kalimantan, Lampung dan banyak lagi. Semua memamerkan lukisan-lukisannya dan tentu saja karyanya indah sekali dengan beragam ekspresi yang dikembangkan,” kata Ganjar.
Di Bulan Bung Karno ini lanjut Ganjar, pihaknya mencoba memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi. Ada seni lukis, musik, kesenian tradisional dan lainnya.
“Kemarin juga ada wayangan. Kita mencoba beri ruang pada mereka seniman mengekspresikan diri. Dan nampaknya kalau kita melihat wajah para seniman, wajahnya mrenges lagi karena bisa pameran. Dan tentu saja, ini membahagiakan karena di atas semua yang diperjuangkan manusia, kebahagiaan nomor satu,” ucapnya.
Ganjar mengatakan akan terus memberikan ruang bagi seniman berekspresi. Apalagi saat ini, kondisi pandemi sudah mulai membaik.
“Dan dengan hati-hati, sekali lagi dengan hati-hati kita merayakan sedikit kebebasan setelah dua tahun kita dihajar pandemi. Mudah-mudahan ke depan kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu seniman, Nono Sriyono mengapresiasi diberikannya ruang oleh Ganjar pada para seniman. Apalagi, Ganjar datang sendiri memberikan semangat.
“Penghargaan luar biasa karena Provinsi Jateng memfasilitasi kita, memberi ruang. Dan pak Ganjar kerso rawuh. Ini luar biasa, karena setelah dua tahun kita terpuruk, alhamdulillah sekarang bisa kembali berekspresi,” ucapnya.(ara)
