Lebih lanjut, Andika membeberkan bahwa program dan ekstrakurikuler safety riding SMK Bhakti Kudus mendapat perhatian dari Astra Honda Motor Jawa Tengah. Dimana, ekstra itu akan terus dievaluasi perkembangannya oleh Ahas Jateng.
“Biasanya juga kami adakan lomba, untuk kita ikutkan di tingkat Kabupaten Kudus, lalu ke tingkat Jawa Tengah, dan bahkan ke tingkat Nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Polsek Kudus Kota, Iptu Subkhan menerangkan, materi edukasi safety riding yang ditekankan kepada siswa yakni terkait aturan dan cara berkendara yang baik di jalan raya. Terlebih angka kecelakaan di Kudus yang cukup tinggi.
“Kami melihat angka data kecelakaan yang ada di Polres Kudus tahun 2023 itu 1.287 kecelakaan, dari angka itu 240 sekian itu pelakunya adalah pelajar. Cuman tahun 2024 ini ada sekitar 240 kecelakaan, 51 diantaranya pelajar,” katanya.
Berdasar dari data tersebut, Iptu Subkhan mengimbau kepada seluruh pengendara sepeda motor, terkhusus pelajar akan mengutamakan keselamatan dan memastikan kondisi sepeda motornya. Termasuk, skill mengendarai motor.
“Selain tertib administrasi, juga wajib mengutamakan keselamatan berkendara dengan menaatai rambu-rambu lalu lintas, aturan lalu lintas, maupun keselamatan diri,” tukasnya. ***
