“Total kita punya 30-an destinasi wisata yang sudah berizin, dan sangat berpotensi untuk dikenal dan terkenal. Makanya perlu adanya upaya promosi,” tuturnya.
Sementara itu, Pengamat Pariwisata sekaligus Dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Eko Suseno, yang dalam kesempatan ini menjadi pembicara, menyebut bahwa sebuah pariwisata di suatau daerah harus memiliki 4A.
4A yang dimaksud, yakni Attraction atau daya tarik wisata, Amenities atau fasilitas, Accessibility atau Aksesibilitas, dan Ancillary atau kelembagaan.
“Kalau Kudus sudah bagus, bisa memadukan alam, rohani, dan budaya. kalau 4A itu sudah bagus, mempromosikan pengembangan pariwisata agar tekenal dan dikenal sangat bisa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti terkait keterlibatan media dalam upaya promosi pariwisata. Hal ini sangat berpengaruh, sebab pada zaman yang serba online seperti saat ini, masyarakat cenderung melihat informasi melalui media sosial.
“Jadi kalau promosi pariwisata dilakukan, tentunya akan berdampat pada tingkat kunjungan dan lama tinggal,” tandasnya. ***
