Aniq mengungkapkan bahwa selama ini masih ditemukan adanya ketakutan oleh para orangtua ketika anaknya akan disuntik vaksin. Hal ini menyusul dari pasca-imunisasi yang sering menyertai anak, yaitu anak mengalami panas.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan kepada para pihak terkait akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kejadian pasca-imunisasi tersebut. Serta, mengantisipasi kondisi itu dengan memberikan obat anti panas.
“Setelah divaksin panas itu biasa, artinya karena ada benda asing yang masuk pasti tubuh akan melakukan perlawanan. Kita juga sampaikan ke faskes agar mengedukasi, kalau habis divaksin langsung diberikan obat anti panas, jangan pas terlanjur panas baru diminumi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aniq menambahkan bahwa program-program yang telah dilaksanakan juga ditujukan untuk mencapai target cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) sebesar 98 persen di Kabupaten Kudus.
“Jadi target IDL kan 98 persen, artinya supaya Kudus bisa terpenuhi target tersebut maka kita sukseskan dengan program-program itu tadi. Dan tidak ada orangtua yang menolak vaksin,” pungkasnya. ***
