Pria yang akrab disapa Jessy Segitiga ini menambahkan, Festival Pager Mangkok #4 lebih banyak mengusung konsep seni kontemporer yang dipadukan dengan budaya dan kekinian.
Festival ini diharapkan tidak hanya memantik para pegiat-pegiat seni dan budaya di Kudus untuk terus bergerak, tetapi juga memunculkan ruang-ruang berkesenian di kalangan pelajar.
“Berbeda dari sebelumnya, tahun ini lebih banyak ruang pagi seniman pelajar yang menampilkan karya-karya di Laborastories,” timpalnya.
Selain pameran, Festival Pager Mangkok#4 juga akan dimeriahkan dengan pasar UMKM, pentas pertunjukan, workshop membatik, launching desa ramah anak, artist talk, orasi budaya dan kirab pager mangkok.
“Kedepan kami harap budaya dan seni tidak lagi dipandang sebagai objek, tetapi bagaimana kita menjadikannya sebagai subjek untuk terus mengeksplorasi dunia,” harapnya. ***
