Festival Film Folklor Diharap Tumbuhkan Ekosistem Perfilman di Kudus

Suasana Festival Film Folklor Muria (F3M) 2023 yang digelar oleh KBPW (Foto: Syim)

“Dengan konsep penggarapan film yang melibatkan anak-anak muda di Lereng Muria, bersinergi untuk aktivasi folklor sekaligus meramaikan perfilman di Kudus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini menambahkan, F3M ini merupakan bagian dari program KBPW untuk merekontruksi folklor dan pemajuan kebudayaan di Muria.

Menurut laki-laki dengan nama panggung Jessy Segitiga itu, banyak narasi folklor yang salah namun sudah terlanjur tersebar di masyarakat. Pihaknya ingin membangun kembali narasi-narasi folklor dan cerita-cerita sebagai edukasi yang positif untuk masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Folklor direkontruksi lagi untuk pemajuan budaya dan folklor, membangun narasi ketokohan dua Sunan di Kudus, sembari meluaskan khasanah dari laku tapangeli dan pager mangkok Sunan Muria,” ungkap Jessy.

“Sebagai bagian dalam membangun folktarium atau labolatorium folklor muria berbasis desa, yang di dalamnya meliputi aktivasi folklor ke berbagai bentuk media, film, pertunjukan, riset, teater, dongeng, dokumenter dan sebagainya,” tambahnya. (***)