Fenomena Menikah saat Syawal, Penghulu di Kudus Bisa Nikahkan 12 Pasangan dalam Sehari

Antrean pernikahan di KUA. (Foto: Ilustrasi AI)

“Kepercayaan ini turun-temurun. Masyarakat menilai hari baik dan tidak baik, sehingga bulan Syawal biasanya dipilih untuk menikah,” jelasnya.

Sejak Januari hingga Maret 2026, tercatat 1.047 pasangan melangsungkan pernikahan, terdiri dari 509 pasangan di Januari, 273 pasangan di Februari, dan 265 pasangan di Maret.

Sementara pada 2025, tercatat 4.260 pasangan yang melangsungkan akad nikah, sedikit menurun karena kepercayaan masyarakat terhadap tahun dudo.

Bacaan Lainnya

Beberapa kecamatan yang tercatat tinggi fenomena pernikahannya antara lain Kaliwungu, Gebog, Dawe, Jekulo, Jati, Bae, Undaan, Mejobo, serta wilayah kota di bawahnya.

“Bulan yang dipercaya sebagai bulan baik selain Syawal adalah Dzulhijjah, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Rajab, dan Sya’ban,” tuturnya.

Isfa’ mengimbau generasi Z yang belum mempunyai pasangan untuk tidak takut menikah, terutama bila sudah memenuhi syarat agama maupun hukum.

“Tidak perlu takut menikah. Biaya menikah di KUA gratis, sedangkan menikah di rumah cukup membayar Rp 600 ribu,” pesannya. ***