Era Society 4.0, UMK Bekali Mahasiswa PGSD Kurikulum Merdeka Belajar

Mahasiswa dan dosen mengikuti seminar nasional implementasi kurikulum merdeka belajar di Hotel @Home Kudus. (ELANG)

Zuhdan menilai pembangunan karakter pada anak dapat dibangun melalui pembiasaan yang baik dalam belajar.

“Seorang guru harus mampu menyesuaikan model mengajarnya dan memahami gaya belajar siswa. Ketika guru mampu menunjukkan kreativitas, inovasi dan ide-ide baru, hal ini yang justru membuatnya dilirik oleh anak,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Zuhdan, guru wajib memahami terkait karakteristik dan gaya belajar yang ada pada peserta didik. Misalnya gaya belajar visual, auditori maupun kinestetik.

Bacaan Lainnya

Selain itu, guru juga bisa memanfaatkan media dan teknologi seperti internet of think (IoT) dan Artificial Intelegence (AI). Menurutnya, media ini bisa digunakan untuk menambah minat peserta didik dalam belajar.

“Kita harus bisa memanfaatkan teknologi dalam merdeka belajar, jangan sampai justru dimanfaatkan oleh teknologi,” tandasnya.

Hal senada disampaikan oleh Pembina Pondok Tahfidz Yanbuul Qur’an Kudus Ahmad Faiz, bahwa untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar dalam membangun karakter anak, dapat dikaitkan dengan metode pembinaan karakter anak ala pesantren.

“Dengan pendidikan karakter anak yang baik, dapat membantu anak dalam menemukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya,” pungkasnya.

Dirinya mengatakan, pendidikan karakter pada anak perlu ditekankan pada pembinaan akhlakul karimah melalui pembiasaan, keteladanan, nasihat, motivasi dan intimidasi atau teguran.***