Sinergi dengan BUMDes, UMKM, dan sektor pariwisata desa dirancang sejak awal, lengkap dengan pembagian peran agar masing-masing lembaga memiliki ruang usaha yang jelas dan tidak saling tumpang tindih.
Fokus usaha koperasi diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga warga, terutama produk pertanian.
Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian lokal.
Di sisi lain, Desa Kesambi juga menempatkan isu kebencanaan sebagai agenda penting. Pengalaman banjir yang berulang setiap musim hujan mendorong pemerintah desa untuk lebih menekankan upaya pencegahan.
Pembersihan sungai, pengangkatan sedimen, hingga normalisasi aliran sungai hampir satu kilometer di dua titik telah dilakukan bersama instansi terkait.
“Kami tidak menunggu banjir datang. Pencegahan selalu kami lakukan lebih awal, dan warga sudah kami libatkan melalui tim siaga kebencanaan,” jelasnya.
Selain upaya fisik, desa juga telah menyiapkan sarana evakuasi, lokasi pengungsian, serta sistem peringatan dini berupa alat pendeteksi banjir.
“Yang terpenting adalah kesiapan warga. Ketika banjir datang, mereka sudah tahu langkah yang harus diambil,” pungkas Masri.***
