Desa Rejosari dari binaan Puskesmas Rejosari menyajikan menu rice meatball with moringa and bolognise sauce, dan soft cookies banana with moringa.
Lalu, Desa Besito dari binaan Puskesmas Gribig menyajikan menu kembung veggie soup, anchovies pumpkin cheese, dan bread with lemon sauce.
“Sebenarnya lomba ini sudah dua minggu berjalan, diikuti oleh 23 peserta dari kader dan PKK desa yang ada di Kudus, kemudian berproses mengirimkan menu dan yang terpilih ada 6 peserta,” ujar Nuryanto.
Adapun yang dinilai dalam lomba menu PMT Lokal ini, dipertimbangkan dari kompisisi bahan makanan yang digunakan, keragaman pangan, cita rasa, display platting, hingga kebersihan atau sanitasi lingkungannya.
“Kita menyiapkan empat juri, ada dari chef hotel, Pokja 3 PKK Kudus, Persagi (Perhimpunan Ahli Gizi Indonesia), dan Hakli (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia),” tandasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya lomba ini, masyarakat semakin peduli dengan upaya pencegahan dan penanganan kasus stunting di Kabupaten Kudus. Salah satunya, melalui penyajian menu PMT yang bervarian dan menarik bagi anak-anak.
“Stunting (di Kudus) tahun 2022 itu 19 persen, lalu tahun 2023 menurun jadi 15,7 persen, dan di tahun 2024 harapannya bisa turun menjadi 12 persen atau dibawah 14 persen,” terangnya.
Berdasarkan hasil penjurian, diputuskan bahwa Juara 1 diraih oleh kader dari desa Rejosari, Juara 2 Kader diraih dari desa Besito, Juara 3 diraih oleh dari Kader desa Kirig
