Termasuk jajaran penasehat Persiku juga melakukan bermacam terobosan terbaik demi membawa tim kesebelasan kebanggaan warga Kudus ke tingkat lebih tinggi.
Di sisi lain, Mawahib juga memberikan gambaran mengenai beralihnya Persiku dari klub amatir menjadi tim profesional berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) saat menjadi peserta Liga 2.
“Kami sebatas memberikan gambaran tentang PT itu kepada manajemen untuk secepatnya memenuhi regulasi Liga 2,” ucapnya.
Meski begitu, Mawahib memastikan diri siap memberikan yang terbaik untuk Persiku ketika nantinya resmi menjadi PT. Berada di posisi manapun dia siap, asal tetap memberikan maslahat bagi Persiku Kudus.
“Saya ditaruh manapun siap demi kemaslahatan dan memberikan yang terbaik untuk tim kebanggaan kita,” katanya.
“Karena kita mendukung Persiku agar tidak ‘numpang lewat’ saja di Liga 2, tapi bisa lolos ke Liga 1. Namun untuk awal ini, minimal tidak terdegradasi dulu,” ujarnya.
Dukungan nyata untuk Persiku juga dipastikan Mawahib akan diberikan oleh kakaknya, Nusron Wahid yang merupakan Ketua Dewan Penasehat Persiku Kudus.
Sebab Nusron masih menjalankan ibadah haji, Mawahib belum bisa memberikan jawaban lebih detail. Namun dipastikannya, demi Persiku, Nusron akan ikut membantu memberikan yang terbaik.***
