“Selain dua kelas ini, sebelumnya juga ada kelas pengolahan ikan, menjahit pakaian anak, menjahit pakaian pria, babershop, dan lainnya,” tuturnya.
Adapun peserta kelas pelatihan yang digelar di kantor setempat, lanjut Agus, di khususkan bagi karyawan adan buruh pabrik rokok yang ada di Kabupaten Kudus. Sementara peserta umum, diselenggarakan bertempat di BLK Kudus.
“Pelatihan ini sangat membantu bagi temen pekerja, bisa menambah pendapatan para pekerja, ada nilai tambah dan penghasilan di rumah, itu kan lumayan. Banyak dari hasil pelatihan terus ikut kelompok gabungan lalu jualan, dan berjalan,” terangnya.
Sementara itu, Buruh Pabrik Djarum Kaliwungu, Sekarsari, yang mengikuti kelas kerajinan tangan mengaku senang dengan adanya pelatihan semacam ini untuk buruh rokok. Ia yang juga gemar membuat bonek sendiri di rumah merasa terbantu menambah keterampilan.
“Ini kemarin diajari membuat buket bunga, memang kalo belum pernah itu kelihatan susah, tapi pas mencoba ya ternyata bisa,” katanya.
Ia berkeinginan, setelah mengikuti kelas pelatihan ini nantinya bisa membuka usaha serupa di rumah. Usaha sampingan itu akan ditekuninya sebagai sumber penghasilan tambahan ketika sedang berada di rumah. ***
