Lebih lanjut, Wisnu juga menambahkan bahwa museum tidak boleh hanya menjadi ruang budaya dan edukasi saja. Tetapi, lanjutnya, Museum Kretek juga harus menjadi obyek wisata dan entertainment yang bisa mendorong tumbuhnya rasa bangga terhadap sejarah Kudus.
“Museum juga bisa menjadi rumah peradaban dan obyek wisata yang mengedepankan unsur pendidikan serta pelestarian warisan budaya,” katanya, Rabu, 14 September 2022.
Menurutnya, selama ini fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Kudus yang belum mengenal sejarah kretek di Kudus.
Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan Museum Kretek supaya dapat diakses oleh seluruh masyarakat dari berbagai kalangan.
“Sosialisasi ini juga diharapkan bisa ikut membantu menginformasikan dan memproduksi Museum Kretek kepada masyarakat, tak terkecuali anak-anak, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum bahkan kelompok disabilitas sekalipun,” tambahnya.
Sebelumnya, sosialisasi bertema “Museum Kretek untuk Semua” ini digelar selama tiga kali, yaitu tanggal 14 September di Hotel@Home Kudus, 19 September dan 23 September di Museum Kretek Kudus.
Melalui agenda sosialisasi tersebut, Wisnu berharap jumlah wisatawan meningkat.
“Semoga adanya tambahan koleksi baru di Museum Kretek dapat menambah jumlah wisatawan yang mengunjungi museum,” pungkasnya.
Diketahui Museum Kretek menerima total 10 koleksi baru benda bersejarah dari perusahaan rokok di Kudus.
Koleksi tersebut yakni berupa 8 item alat penggiling rokok dari PT Sukun Wartono Indonesia, 1 buah piring koleksi dan 1 buah gelas koleksi Perusahaan kretek Cap Jangkar. Serta, koleksi tambahan dadi perusahaan rokok Cap Sabuk.***
