Lebih lanjut, Aniq mengungkapkan bahwa terkait dengan vaksinasi meningitis untun calon jemaah haji, pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Arab Saudi.
“Vaksin meningitis masih menunggu dari Arab Saudi,” tandasnya.
Terpisah, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) pada Kemenag Kudus, Asrul Fatkhi menyebut bahwa untuk skema pelaksanaan haji tahun 2024 mendatang terdatap suatu perubahan.
Dimana, calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2024 nanti harus menjalani istithaah atau pemeriksaan kesehatan dahulu. Sebelum dilakukan pelunasan biaya haji.
“Kemarin itu kan jamaah haji sudah dinyatakan berhak melunasi, tapi setelah cek kesehatan ternyata tidak istithaah, kasian kan. Sudah melunasi kok tidak bisa berangkat,” tuturnya.
Untuk diketahui, ada sekira 1.324 calon jemaah haji yang akan menjalani istithaah kesehatan di Kabupaten Kudus. Meliputi, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan Ekg dan Rontgen, serta pemeriksaan activity daily living. ***
