Hal serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat di Desa Cendono yang juga merupakan Guru MA NU Miftahul Falah Cendono, Kiai Saifuddin. Dirinya mendukung secara penuh adanya upaya pemajuan nilai sosial budaya yang ada di Desa Cendono.
“Langkah itu penting agar generasi muda masa depan tidak kepaten obor”.
Dirinya menceritakan, Nabi Muhammad sendiri mencontohkan bagaimana syariat Islam itu mengakomodasi budaya lokal. Seperti halnya aqiqah dan tawaf itu dulu diadopsi dari budaya lokal masyarakat Arab.
Hanya saja, laku yang tidak sesuai syariat beliau ganti sehingga tidak membawa dampak buruk bagi pelakunya.
“Walisongo pun juga banyak mengakomodasi budaya lokal dalam dakwahnya. Jadi, tidak semua kebudayaan lokal itu pasti bertentangan dengan syariat Islam,” katanya. ***
