Hingga kini, kesiapan tim secara keseluruhan disebut telah mencapai sekitar 80 persen. Sisa waktu persiapan akan digunakan untuk meningkatkan teknik, fisik dan mental bertanding.
Pengkab Wushu Kudus memasang target realistis berupa satu medali perunggu. Nomor Jianshu putra atau pedang serta Nanshu putri dinilai memiliki peluang untuk menyumbangkan medali.
Salah satu atlet yang menjadi bagian dari tim tersebut adalah Nishya Kellinia Alegra. Porprov Jateng 2026 menjadi pengalaman pertamanya tampil di ajang tersebut. Ia akan turun pada kategori Taolu nomor senjata, yakni Daoshu dan Gunshu.
“Saya baru pertama kali ikut Porprov. Di Porprov nanti turun di kategori Taolu nomor senjata, yaitu Daoshu sama Gunshu,” ujar Nishya.
Nishya menjalani latihan empat kali dalam sepekan. Ia mengaku persiapannya saat ini sekitar 60 persen dan masih memiliki pekerjaan rumah dalam penguasaan Nandu.
Meski baru pertama mengikuti Porprov, Nishya sudah memiliki pengalaman kompetisi melalui Popda tingkat Kabupaten Kudus hingga tingkat provinsi. Pada Popda Kabupaten Kudus, ia berhasil meraih dua gelar juara pertama dari kategori Tangan Kosong Changquan dan Tradisional.
Namun, menghadapi persaingan Porprov yang lebih ketat, Nishya memilih memasang target realistis.
“Kalau Porprov ini kan agak susah ya. Mungkin, ya, perunggu,” ujarnya.
Selain Nishya, ada Gavrila Widhi Aurelia yang akan turun di tiga nomor, yakni Nanjian, Nandao dan Nanquan. Atlet berusia 17 tahun itu akan mengikuti Porprov untuk kedua kalinya setelah sebelumnya tampil pada Porprov 2023 ketika masih duduk di bangku SMP.
“Ini yang kedua kali,” kata Gavrila.
Kini persiapannya dilakukan lebih serius dengan mengikuti program latihan hampir setiap hari. Latihan beban juga diberikan untuk meningkatkan tenaga dan daya ledak. Meski demikian, Gavrila menilai kesiapan dirinya masih sekitar 70 persen dan Nandu menjadi salah satu aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Tapi sejauh ini untuk jurus dan lain-lain kita sudah selesai, tapi kita mungkin mau lebih extend jadi kita lebih maksimal gitu,” tuturnya.
Persiapan enam atlet muda Wushu Kudus juga menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara latihan dan pendidikan. Mayoritas atlet masih berstatus pelajar sehingga harus menjalankan kewajiban sekolah sebelum mengikuti latihan.
Meski demikian, para atlet tetap berusaha menjaga konsistensi latihan. Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, perbaikan teknik, faktor kesukaran, fisik dan mental menjadi fokus utama sebelum enam atlet tersebut tampil membawa nama Kudus pada Porprov Jateng 2026.***
