Dikeluhkan Langka di Kudus, Stok Elpiji Subdisi Tersendat Libur Tiga Hari

ilustrasi. Gas Elpiji 3 Kg. (MIA)

”Pendistribusian komoditas bersubsidi tersebut, normal kembali. Untuk itu, kami mengimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan elpiji 3 Kilogram,” ujarnya.

Dinas Perdagangan Kudus juga mengajukan tambahan alokasi lima persen untuk menghadapi puasa dan Lebaran 2024. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, permintaan elpiji bersubsidi selama puasa dan Lebaran mengalami kenaikan.

Sementara alokasi elpiji 3 Kilogram yang diterima Kudus, untuk kebutuhan selama 2024 sebanyak 30 ribu metrik ton atau 10 juta tabung atau mengalami kenaikan dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Desa Megawon, Kecamatan Jati Hery Sulistyarso, mengaku kesulitan mendapatkan elpiji. Ia mendatangi warung-warung kosong. Kemudian, ke pangkalan pun sudah habis.

”Ya akhirnya saya dapat warung yang di Kelurahan Mlati Norowito, harga Rp 25 ribu. Biasanya warung dekat rumah sebesar Rp 21 ribu. Informasi dari warung dari pangkalan di jual Rp 20 ribu per tabung,” jelasnya. ***