Dihantui Kalah di Kandang, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro Pertimbangkan Mundur

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. (Instagram @pssleman)

“Saya mohon maaf untuk suporter PSS. Ini kekalahan ketiga di home. Ini tidak baik sama sekali. Setelah ini, saya akan komunikasi dengan keluarga. Kalau keluarga oke, saya lanjut. Yang terpenting adalah dukungan istri dan anak. Tunggu saja seminggu kedepan,” kata Seto Nurdiyantoro dalam Liga Indonesia Baru.

Dia menyebutkan, jika nanti di laga pekan kedelapan lawan Dewa United FC pada Minggu 4 September 2033 mendatang masih bersama PSS, berarti dia masih akan berlanjut. Namun jika tidak, maka berarti adalah sebaliknya.

“Kenapa di tiga laga kandang kita kalah meski sebenarnya tampil dengan ball possession yang lebih menguasai tapi tidak ciptakan gol, ini jadi evaluasi. Kenapa juga sekarang Stadion Maguwoharjo tidak angker lagi tidak seperti musim-musim sebelumnya,” ungkap Seto lagi.

Bacaan Lainnya

Namun Seto juga menyebutkan bahwa bisa saja sebelum dia mengeluarkan pernyataan (untuk mundur), manajemen sudah lebih dulu mengeluarkan penyataan.

“Sekali lagi sebelum pertandingan lawan Persebaya, saya sudah sampaikan ke pemain. Jangan pikirkan hasil. Ini tanggung jawab saya,” tegas pelatih kelahiran Sleman itu lagi.

Saat ini PSS masih berada di papan tengah tepatnya di peringkat ke-10 dengan poin 8 hasil dari dua kali menang, dua kali imbang dan tiga kali kalah.***