Menanggapi banyaknya tekanan dari netizen dan suporter pada Jacksen untuk mundur dia mengatakan tidak perlu emosional.
“Kalau masalah out ini adalah konsekuensi dari perkembangan teknologi dunia. Kalau dulu kita pelatih menghadapi suporter sekali saja di lapangan. Sekarang kita bangun tidur, buka ponsel saja kita hadapi suporter. Jadi kita tidak boleh menanggapinya dengan emosional ataupun marah,” kata Jacksen.
Dia juga menyebut bahwa ini adalah tantangan yang harus dihadapi dalam sepak bola.
Oleh karenanya, Jacksen tetap memastikan dirinya fokus penuh untuk menjalani laga pekan kelima melawan Bhayangkara FC.
Dia mengatakan jika untuk persiapan melawan Bhayangkara FC ini, timnya fokus pada set piece, recovery dan taktikal.
“Kita fokus penuh untuk laga ini. Kita kuatkan mental pemain secara individu dan kolektif,” ucapnya dalam keterangan di laman LIB.***
