Sebelum polisi sampai di lokasi, tetangga korban melepaskan dahulu kaitan kawat dari leher AS dan membawa masuk ke dalam rumah.
“Kami mengetahui adanya laporan itu langsung datang ke lokasi kejadian perkara (TKP) bersama dengan tim Inafis Polres Kudus dan tim kesehatan puskesmas setempat,” jelas dia.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas dari Puskesmas Tanjungrejo, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan hanya terdapat bekas jeratan pada leher bekas dari jeratan kawat yang digunakan untuk bunuh diri. Dan diperkirakan meninggal sekitar 8 jam yang lalu,” tandas petugas Puskesmas Tanjungrejo, Jonathan.
Dari olah TKP, korban melakukan gantung diri dengan cara naik di atas bangku dan langsung mengikatkan kawat pada leher. Kawat tersebut diikatkan pada anyaman bambu dengan kepalanya ditutupi kaos berwarna coklat.
Untuk penyebab AS melakukan bunuh diri, lanjut Bambang, diduga depresi. Lantaran kakinya patah akibat dari kecelakaan, dan juga istrinya meminta cerai. ***
