“Beliau bertanya saya dari kabupaten mana. Terus juga berpesan bahwa anak muda adalah kader yang akan memimpin bangsa nantinya. Untuk itu kami diminta untuk bisa menata kedisiplinan diri, Indonesia maju juga karena kami, anak muda Indonesia,” ceritanya.
Di sisi lain, Firsty juga menceritakan bagaimana ia bisa menjadi seorang paskibraka Nasional. Bukan hal yang mudah, berbagai seleksi perlu dilewatinya. Mulai dari terpilih untuk mewakili sekolah di tingkat kabupaten. Kemudian seleksi untuk tingkat provinsi, hingga mampu terpilih menjadi perwakilan provinsi menjadi paskibraka nasional.
Motivasinya selama ini adalah keinginannya membanggakan kedua orang tuanya. Menjadi anak semata wayang, Firsty bertekad menjadi anak yang bisa membahagiakan orang tuanya.
“Karena kalau bukan saya, siapa lagi. Mereka menanti saya di televisi, jadi saya harus semangat dan berusaha,” katanya.
Selama mengikuti proses menjadi paskibraka, jauh dari orang tua menjadi hal lumrah baginya. Sejak 15 Juli 2022 lalu dirinya bersama kawan-kawannya dari 35 kabupaten/kota se-Indonesia dikarantina untuk mengikuti rutinitas pelatihan menjadi paskibraka Istana Negara.
Hingga pada 29 Agustus 2022, Firsty baru sampai di Semarang. Lalu, keesokan harinya mendapat undangan Bupati Kudus untuk menerima apresiasi di Pendapa Kabupaten Kudus. ***
