“Tidak harus tiap pasien satu pendamping, bisa satu pendamping untuk 5 pasien. Jadi penunggu pasien gak bingung, bisa langsung bertanya ke pendampingnya,” terang Sam’ani.
Di sisi lain, Sam’ani berencana membangun rumah sakit daerah tipe C di wilayah dataran tinggi Kudus. Menurutnya, setiap kabupaten/kota seharusnya memiliki 2 rumah sakit pemerintah.
Sehingga hal itu yang akan diwujudkan Sam’ani Intakoris ketika menjadi Bupati Kudus selama 5 tahun ke depan.
Selain itu, pihaknya juga berencana meningkatkan status beberapa puskesmas di Kudus karena beberapa sudah ada yang melayani rawat inap. Seperti di Puskesmas Gribig dan Puskesmas Jekulo.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam berterima kasih atas kunjungan Bupati Terpilih ke RSUD pagi ini.
Masukan dari Bupati Terpilih akan coba direalisasikan, salah satunya berkaitan dengan pendamping pasien.
“Nanti akan kami siapkan, uji coba untuk pasien-pasien yang ada di sini. Wacana-wacana ke depan akan kami ikuti, arahan-arahan dari Pak Bupati Terpilih untuk pengembangan rumah sakit,” jelasnya.
Dokter Hakam mengungkapkan, beberapa minggu terakhir terjadi lonjakan pasien di RSUD Kudus, beberapa di antaranya dengan penyakit DBD.
BOR (Bed Occupancy Rate) IGD RSUD Kudus juga sudah penuh, mencapai 90 pasien.***
