Cegah Banjir, Tumpukan Sampah dan Bambu di Sungai Logung Jekulo Kudus Dibersihkan

Aksi lingkungan tersebut melibatkan sekitar 200 personel dari berbagai instansi, relawan, serta masyarakat di Sungai Logung, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Camat Jekulo, Adji Setiawan, menilai kegiatan Prokasih menjadi bentuk kepedulian bersama dalam mengantisipasi potensi banjir. Menurutnya, kondisi sungai, jembatan, dan tanggul perlu mendapat perhatian agar aliran air tetap lancar.

Ia menyebut, pihak kecamatan bersama pemerintah desa terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang membutuhkan penanganan. Upaya tersebut dibahas melalui rapat koordinasi desa (Rakordes).

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Pladen. Di lokasi tersebut diperlukan pembenahan jembatan serta pengerukan tanggul yang mengalami pendangkalan.

Bacaan Lainnya

”Contohnya seperti Pladen, itu juga perlu ada perbaikan jembatan, termasuk tanggul yang harus dikeruk karena sudah mulai dangkal. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi limpasan air yang menggenangi permukiman warga,” ujarnya.

Adji mengungkapkan, berdasarkan pengalaman banjir pada tahun sebelumnya, Desa Hadipolo menjadi wilayah yang paling sering terdampak di Kecamatan Jekulo. Hal tersebut tidak terlepas dari aliran air yang berasal dari kawasan utara, termasuk Tanjungrejo dan Pladen.

Selain Hadipolo, sejumlah desa lain seperti Jekulo, Pladen, dan Tanjungrejo juga memiliki potensi terdampak banjir. Meski demikian, genangan yang terjadi di wilayah tersebut umumnya berupa limpasan air yang tidak berlangsung lama.

”Rata-rata hanya limpasan saja dan tidak sampai menggenangi rumah warga berhari-hari atau berminggu-minggu,” jelasnya.

Adapun sekitar 200 personel yang terlibat dalam kegiatan Prokasih berasal dari berbagai unsur, meliputi Kencana Jekulo, Polsek Jekulo, Koramil Jekulo, Destana Jekulo, BPBD Kudus, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, BBWS Pemali Juana, Yonif TP 456, Pemerintah Desa Jekulo, komunitas pecinta lingkungan, serta warga setempat.

Melalui kolaborasi tersebut, pembersihan sungai diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi banjir selama musim penghujan.***