“Saya pernah mendapati ibu-ibu jatuh karena di tabrak anak-anak yang sedang balap liar. Terus juga ada motor masuk kampung warga. Dan itu sudah meresahkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, karena hal itu, saa pihaknya mengajak semua elemen masyarakat, ternyata banyak warga yang mendukung aksinya tersebut untuk memasang banner dibeberapa titik yang sering di jadikan balap liar.
“Saat sosialisasi sama warga, ternyata warga mendukung kami. Ada dua desa yang resah karena jalan di desanya sering dijadikan arena balapan, itu adavdi Kelurahan Panjunan, dan Kelurahan Wergu Kulon,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya melakukan hal tersebut dikarenakan sebagai pemangku wilayah harus mengambil langkah harkamtimbas.
“Minggu kemarin kami mengamankan 15 kendaraan yang digunakan untuk balapan beserta anak-anaknya,” imbuh dia.***
