Hal itu tak mengherankan. Pasalnya buka luwur kali ini adalah buka luwur pertama yang digelar secara massal setelah dua tahun dihantam pandemi.
“Saya lihat antusiasmenya sangat tinggi. Ibu-ibu sampai menggelar tikar di sana. Luar biasa,” pujinya.
Tak hanya antusiasme, menurut Kades Pasuruhan Lor, Noor Badri, kontribusi masyarakat sangat besar dalam menyukseskan kegiatan. Berkat swadaya dan sikap gotong royong warga setempat, beberapa acara di Pasuruhan Lor sukses digelar.
“Warga desa Pasuruhan Lor luar biasa. Berbagai acara sukses digelar berkat kekompakan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, ketua panitia Abu Sahid berterima kasih atas dukungan Bupati Kudus dan pemerintah desa sehingga buka luwur dapat terselenggara dengan sukses.
Pihaknya menyampaikan dukungan masyakarat menjadi roda penggerak bagi panitia dalam menyukseskan acara.
“Antusiasme masyarakat menjadi penyemangat kami dalam mempersiapkan acara buka luwur yang meriah setelah dua tahun digelar tanpa pengajian,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, bupati juga menyantuni 66 orang anak yatim piatu yang diberikan secara simbolis kepada ketua panitia. Beberapa undangan turut hadir, di antaranya KH Ahmad Asnawi dan KH Hasyim Asy’ari.***
