Terlebih, sebagai upaya menekan angka stunting dibutuhkan sosialisasi yang terus-menerus kepada orang tua. Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga gizi anak agar tidak stunting perlu dilakukan sedini mungkin.
Remaja-remaja yang akan menikah, harus benar-benar memahami pentingnya menjaga kesehatan maupun gizi saat mengandung dan memiliki anak nantinya. Pun kepada orang tua yang sibuk bekerja, asupan gizi anak juga harus diperhatikan.
Tidak sekedar menitipkan anaknya kepada seorang pengasuh, tanpa memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi anaknya. Sebab bila asupan gizi dan nutrisi anak tidak sesuai, mampu menyebabkan anak stunting.
Untuk itu, Hartopo meminta adanya tim yang aktif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga gizi anak.
“Makanya tim ini sebagai bentuk kolaborasi komitemen kita, bagaimana supaya habis ini (Rembuk Stunting), bisa di breakdown ke bawah dan turun ke masyarakat,” ungkap Hartopo.
Sebab dengan kegiatan kali ini, Hartopo berharap bisa betul-betul bekerja menekan angka stunting di Kudus. Memberikan pendampingan, edukasi dan sosialisasi serta pemahaman kepada semua orang tua agar memperhatikan asupan gizi anak.***
