Lanjutnya, meskipun pelayanan farmasi lebih bersifat klinis, analitik, modern/regulasi, namun seorang apoteker juga harus bisa merasa memberikan rasa nyaman saat berinteraksi dengan individu/ populasi masyarakat, karena pelayanan Apoteker bersifat kontinu dan terintegrasi dalam pelayanan kesehatan.
Sementara, Ketua Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Demak Apt. Jihan Aauza mengatakan, hingga saat ini anggota apoteker kabupaten Demak berjumlah 356 orang yang berpraktek di sarana apotek, rumah sakit, klinik, puskesmas, industri farmasi, dan distribusi pedagang besar farmasi di Kabupaten Demak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Ali Maimun, Ketua Pengurus Daerah IAI Jawa Tengah, Drs. Rosid Sujono, dan Ketua Organisasi Profesi Kegiatan Kabupaten Demak. (***)
