Bukan Sekadar Makan Bersama, Kenduren Massal di Menara Kudus Jadi Ruang Merawat Budaya

Kenduren Massal yang digelar di kawasan Taman Menara Kudus dalam rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus pada Minggu malam, 23 Agustus 2026, mendapat sambutan positif dari masyarakat. (Foto: Istimewa)

Selain tradisi, Sudiarto turut mengapresiasi penggunaan besek sebagai wadah makanan. Menurutnya, penggunaan besek membuat pembagian makanan lebih praktis sekaligus memiliki manfaat terhadap kebersihan lingkungan.

“Ini menurut saya ide yang bagus. Makanan dikemas menggunakan besek, jadi lebih tertib dan mudah dibagikan. Setelah acara selesai, masyarakat juga bisa langsung membawa pulang. Selain itu, penggunaan besek juga bisa mengurangi sampah,” ujarnya.

Penggunaan besek juga dinilai dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus.

Bacaan Lainnya

Produk kerajinan lokal berpotensi semakin dikenal apabila digunakan dalam berbagai kegiatan berskala besar.

“Jadi manfaatnya bukan hanya untuk masyarakat yang datang dan menikmati kenduren. Pelaku UMKM juga bisa ikut merasakan dampaknya. Kalau kegiatan seperti ini terus melibatkan produk lokal, tentu ekonomi masyarakat juga bisa bergerak,” katanya.

Sudiarto berharap Kenduren Massal dapat terus dikembangkan sebagai agenda budaya pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, pelestarian tradisi perlu dilakukan dengan cara yang menarik sehingga dapat diterima dan diikuti generasi muda.

Ia menilai generasi muda perlu memahami bahwa kenduren bukan hanya kegiatan makan bersama. Di dalamnya terdapat nilai rasa syukur, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk menjaga kebersamaan.

“Kudus punya banyak tradisi dan semuanya harus dirawat. Jangan sampai generasi muda hanya tahu budaya dari media sosial, tetapi tidak mengenal tradisi daerahnya sendiri. Kenduren Massal seperti ini menjadi cara yang menarik untuk mengenalkan budaya sekaligus mempererat masyarakat,” tandasnya.***