Bukan Sekadar Bertanding, PON Bela Diri 2025 Jadi Motor Penggerak Ekonomi di Kudus

Aksi Tarung Derajat peserta PON Bela Diri Kudus 2025 di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus. (Foto: Istimewa)

Kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025, yang merupakan kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation ini, tak hanya menghadirkan sebuah ajang multi-event untuk meningkatkan kemampuan atlet, tetapi juga memperluas kesempatan bagi mereka untuk berkompetisi di tingkat nasional secara berkesinambungan.

“Kami menaruh harapan bahwa ke depan nanti dapat muncul atlet-atlet berkualitas dari ajang seperti PON Bela Diri Kudus 2025. Kami berharap Djarum Foundation tetap akan mendukung kegiatan ini, sehingga proses pembinaan atlet akan menjadi semakin berkualitas,” jelasnya.

Cabang olahraga gulat, judo, taekwondo, dan tarung derajat mewarnai hari ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 Dari empat cabang bela diri murni yang telah dipertandingkan hingga saat ini, kontingen Jawa Barat masih menunjukkan dominasinya dalam perolehan medali sementara.

Bacaan Lainnya

Hingga pukul 18.30 WIB, Jawa Barat masih memimpin perolehan medali sementara dengan total 35 medali yang terdiri atas 15 emas, 6 perak, dan 14 perunggu. DKI Jakarta menyusul di posisi kedua dengan 29 medali (9 emas, 9 perak, 11 perunggu),

sementara Kalimantan Timur menempati posisi ketiga dengan 20 medali (6 emas, 5 perak, 9 perunggu).

Melengkapi lima besar, Jawa Timur mengoleksi 13 medali (6 emas, 3 perak, 4 perunggu), sedangkan Jawa Tengah berada di urutan kelima dengan 28 medali (5 emas, 8 perak, 15 perunggu).

Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiana, menyatakan bahwa kontingen Jawa Tengah tidak menargetkan jumlah medali tertentu pada PON Bela Diri Kudus 2025.

Namun, setiap cabang olahraga telah berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai sarana evaluasi dan tolok ukur atas performa yang telah ditunjukkan pada PON Aceh–Sumatra Utara 2024.

“Kami memang memiliki beberapa nomor andalan pada PON Bela Diri Kudus 2025 ini, tetapi fokus utama kami adalah memperbaiki hasil dari PON sebelumnya agar prestasi para atlet dapat meningkat pada ajang multi-event berikutnya,” katanya di Djarum Arena, Kaliputu.

LMenurutnya, setiap pencapaian maupun kendala perlu dicermati untuk diambil sisi positifnya agar dapat ditindaklanjuti dan menjadi pembelajaran di masa mendatang.

Oeh karenanya, khusus untuk cabang olahraga bela diri, frekuensi penyelenggaraan turnamen atau kejuaraan sangat penting untuk menjaga ritme dan kualitas performa atlet.

Event seperti ini sangat penting untuk digelar secara rutin. Bagi para atlet dari kontingen mana pun, latihan sekeras apa pun tidak akan cukup tanpa adanya kompetisi.

“Tanpa kompetisi, bagaimana kita bisa menembus level dunia? Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Djarum Foundation yang telah memprakarsai terselenggaranya ajang ini,” demikian Bona Ventura.

PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus. Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com.

Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streamTVRI akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TVRI. ***