Borong Puluhan Medali, Jawa Tengah Raih Gelar Juara Umum Kejurnas Panahan Junior 2026

Kontingen Jawa Tengah sukses mempertahankan status juara umum MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada 22-29 Juli 2026.(Foto: Istimewa)

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani Abdul Razak menilai Kejurnas Junior tahun ini menjadi indikator positif perkembangan pembinaan atlet panahan di Indonesia.

Menurutnya, meningkatnya kualitas persaingan antardaerah menunjukkan proses regenerasi atlet berjalan semakin baik.

“Kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat yang dapat dilihat dari perebutan perolehan medali yang sangat kompetitif. Ini sinyal yang positif untuk perkembangan olahraga panahan dalam artian pemanah dari berbagai daerah bisa saling bersaing dengan ketat. Harapan kami semakin banyak event berkualitas bisa menjadi kawah candradimuka bagi atlet muda yang akan menjadi regenerasi pemanah senior. Kami juga mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup. Pengalaman seperti ini sangat penting agar atlet muda terbiasa dengan atmosfer pertandingan profesional dan siap bersaing ketika tampil di panggung internasional,” kata Razak.

Bacaan Lainnya

Menurut Razak, keberadaan kompetisi nasional yang diselenggarakan secara berjenjang sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam menjaga prestasi panahan Indonesia di masa depan.

“Panahan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia yang sudah menyumbangkan medali di level Olimpiade. Melihat potensi pemanah muda yang berkompetisi kali ini kami optimistis merekalah yang akan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang,” tutup Razak.

Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Edi Supriyanto, menegaskan bahwa penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat pembinaan atlet panahan nasional.

Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi jenjang penting sebelum atlet melangkah ke level internasional.

“Kami meyakini prestasi tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Setelah mengenal dan menekuni olahraga panahan melalui MilkLife Archery Challenge, mereka memiliki kesempatan untuk menantang diri ke level lebih kompetitif seperti di kejurnas junior ini. Dengan pembinaan yang terstruktur dan konsisten, kami berharap akan banyak pemanah potensial lahir yang melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di berbagai kejuaraan internasional termasuk Olimpiade,” bilang Edi.

Selain menjadi ajang pembinaan atlet muda, penyelenggaraan Kejurnas Junior juga dinilai memberi dampak positif bagi Kabupaten Kudus sebagai destinasi sport tourism.

Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, hingga pendukung dari berbagai daerah turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama kejuaraan berlangsung.

“Kehadiran atlet, official bahkan pendukung dari berbagai daerah ke Kudus memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan sport tourism dan perekonomian lokal. Harapan kami, Kudus semakin dikenal sebagai kota yang memiliki ekosistem olahraga kuat dan menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi,” kata Edi.***