Awal mula bisnis yang dirintis Ade ini karena ia kepincut melihat temannya. Ade pun belajar dari temannya dan malah ketagihan berjualan setiap ada momen wisuda.
“Kepincut temen terus saya minta diajari cara buatnya hingga cara memasarkannya,” kata Ade.
Tiga stand yang dilapaknya bahkan sudah disiapkan sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Ia selalu mendatangi momentum wisuda di kampus-kampus se-Jawa Tengah.
“Sudah tiga tahun ini, pasar kami se jateng. Kami bawa mobil sekeluarga,” imbuhnya.
Buket-buket yang dijajakannya juga variatif. Dari harga Rp 25 ribu rupiah hingga termahal Rp 120 ribu. Ada boneka, pernak-pernik, bunga-bunga hingga buket snack.
Dari bisnis buket ini, Ade mengaku mengambil untung sekitar Rp 20-40 ribu per buket. Untuk modalnya ia sekitar 2 – 3 jutaan.
“Lumayan mas, segitu. Alhamdulillah kami bawa puluhan buket dan laku, ya meskipun tidak seramai wisuda di kota-kota,” ungkap lelaki usia 33 tahun itu. (***)
