Tidak berselang lama, wasit pun meniup peluit panjang. Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Adhyaksa Farmel.
Pelatih Persiku Kudus, Sudirman merasa bahwa permainan sore ini cukup seru, kedua tim sama-sama bermain terbuka.
Namun hasil akhir membuatnya sangat kecewa. Ditambah sejumlah keputusan wasit yang menurutnya kurang sesuai dengan kejadian yang ada di lapangan.
“Hasil pertandingan sangat kecewa, ditambah keputusan wasit yang dengan mudah memberikan kartu kuning pada pemain saya, padahal pelanggaran ringan seperti body crash. Tapi lawan kita, Adhyaksa melakukan pelanggaran aman-aman saja,” ujar Sudirman dalam konferensi pers usai laga.
“Kedua, seharusnya lawan kena kartu merah, tapi hanya diberi kartu kuning,” lanjut Sudirman.
Lebih lanjut, pihaknya juga menilai bahwa gol yang diciptakan pemain Farmel tidak sah. Berada kurang lebih dua meter di depan bench pemain Persiku, Sudirman mengaku melihat langsung bahwa gol dalam posisi offside.
“Gol-nya juga saya pikir posisi offside, tapi wasit tidak mengangkat bendera dan itu yang membuat kami kemasukan,” terangnya.
Dirinya berharap, dalam pertandingan berikutnya, wasit bisa lebih adil dalam memberikan keputusannya.
“Semoga pertandingan berikutnya wasit fair. Sayang, pemain sudah berjuang mengeluarkan tenaga di lapangan, tapi hasil kepemimpinan wasit kurang baik, kurang jeli melihat situasi,” jelasnya.
Meski demikian, untuk saat ini Sudirman ingin kembali fokus bersama skuad Macan Muria lainnya. Bersiap menghadapi Persekat Tegal di Stadion Wergu Wetan 25 September 2024 mendatang.
Di sisi lain, pemain dari Persiku Kudus Antoni Putro meminta maaf kepada semua warga Kudus serta para suporter Persiku Kudus.
“Semoga ke depan kami bisa memberikan hasil maksimal dan yang terbaik,” katanya.***
