“Berdasarkan keterangan korban (pengeroyokan) yang sempat kita interogasi di rumah sakit, awal mula para korban datang dari Jakarta menuju Pati untuk tujuan diajak saudara BH yang meninggal dunia, untuk keperluan mengambil mobil rental saudara BH tersebut. Dan berdasarkan GPS mobil tersebut berada di lokasi,” jelasnya.
Ketika sampai di lokasi, korban segera mengambil mobil rental miliknya memakai kunci cadangan. Apes, dalam prosesnya, ada warga yang melihat dan meneriaki maling.
“Ada warga yang melihat kemudian diteriaki maling, korban dikejar warga dan dipukuli. Setelah itu, Polsek Sukolilo mendapatkan informasi masyarakat dan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban dan membawa ke RSUD Kayen,” ungkapnya.
Namun ketika tengah mendapatkan perawatan medis, BH (52) yang tak lain adalah warga Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, dinyatakan meninggal dunia pada jam 18.30 WIB.
Sementara tiga kawan korban yakni, SH (28) warga Koja, Jakarta Barat. Kemudian KB (54) asal Banteng, Kabupaten Tegal. Dan terakhir S (37) warga Pulau Gadung, Jakarta Timur. Sedang menjalani perawatan karena babak belur dihajar massa.
“Awalnya dirawat di RSUD Kayen, telah dirujuk di RSUD RAA Soewondo Pati, menderita luka-luka di sekujur tubuh. Dan untuk yang sudah bisa kami mintai keterangan baru saudara SH,” pungkasnya. ***
