Begini Cerita Pemuda yang Ancam Bom di Mapolres Kudus, Dari Ngamen Hingga Jadi Pak Ogah

Gambar tangkapan layar pembekukan yang dilakukan oleh Tim Jatanras Polda Jateng kepada pemuda Kudus yang melakukan ancaman bom. (FOTO : ISTIMEWA)

“Kelihatannya ko tidak, tidak ada seperti itu keliatannya. Dia memang sering pergi, tapi ngamen sama jadi pak ogah. WU masih panjang, dia punya satu kakak kandung yang tinggal terpisah,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungrejo, Christian Rahardianto juga mengatakan, jika perilaku WU tidak seperti anak seusianya.

“Secara historis keluarga ini sedikit banyak saya tau banget, dan secara pribadinya yang bersangkutan si WU itu juga kalau kami sebut radak kurang genep (kurang berakal sehat) kita gak berani karena bukan medis, tapi faktanya dia radak kurang,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Tapi yang jelas biar, terkait teror yang dilakukan WU ke Polres Kudus melalui pesan singkat WhatsApp dilayanan pengaduan itu biar pihak kepolisian yang menindak lanjuti.

“Apapun dengan adanya berita terkait perbuatan yang dilakukan oleh WU seperti itu biar didalami oleh pihak kepolisian,” ucapnya.

Lebih lanjut, menurutnya, kurang sempurnanya WU dengan perlakuannya setiap harinya itu bisa jadi dikarenakan sudah menjadi yatim piatu sejak kecil. WU juga sering pergi keluar kota dengan tidak tau kejelasan bekerja atau apa yang dia lakukan di luar kota.

“Beberapa waktu lalu kami juga pernah memulangkan WU ini dari Malang ke Kudus karena terlantar disana,” ungkapnya.

Ia menambahkan, WU memiliki satu kakak yang perhatian sama dia, akan tetapi, karena WU sendiri tidak seperti pemuda pada umumnya, diabtidak mau dirawat sama kakak kandung tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Kudus terkait adanya ancaman bom yang dilakukan oleh WU dan penangkapnya.***