Karenanya, Suyitno berharap pemerintah bisa mengambil keputusan yang bijak sehingga tidak memberatkan masyarakat kecil termasuk tukang ojek.
“Pengunjung sepi, bahkan pernah tidak punya tarikan (penumpang, red) sama sekali, harapannya ya bisa dinaikkan dan ojek ramai terus, supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” pungkasnya.
Sementara itu, pengurus ojek merah wisata Bakalan Krapyak Kaliwungu Kudus, Afriyan Suprapto juga mengharapkan hal yang sama.
Pihaknya berharap ada keberpihakan dari pemerintah daerah untuk memperhatikan nasib rakyat kecil.
“Dengan naiknya harga BBM, ya kita berharap ada solusi bijak untuk mengatasi kendala-kendala yang terjadi supaya tidak merugikan salah satu pihak,” jelasnya.
Berdasarkan keterangannya, tarif ojek di wisata Muria yang sudah naik menjadi Rp 20.000, yang sebelumnya Rp15.000.
“Semoga pemerintah melalui dinas terkait dapat memutuskan untuk menaikkan tarif ojek di wisata terminal atau memberikan subsidi dan bantuan yang bisa meringankan masyarakat,” harapnya.
Menurut Afriyan, kalau harga BBM naik, mestinya ada solusi buat rakyat kecil termasuk para anggota ojek.
“Yang terpenting tidak merugikan rakyat kecil, kalau harga BBM naik paling tidak ada solusi buat pelaku ojek, misalnya menaikkan tarif ojek atau memberikan bantuan atau subsidi, sehingga sama-sama terbantu,” pungkasnya. ***
