Selain itu antusias masyarakat yang tinggi dapat terwujud dengan partisipasi dan kemeriahan acara karnaval kebudayaan yang digelar.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan penampilan teatrikal dari praktisi seni Arfin Am untuk mengangkat potensi skala lokal hingga isu nasional yang masih dominan.
“Pertunjukan tersebut memunculkan sosok Barongan Muria dan Bregadha (Sang Pengendali) yang diutus oleh Betharakala, melihat sifat manusia yang semakin sombong karena ingin menguasai sumber alam dan lingkungan, bukan justru merawatnya,” terangnya.
Pihaknya berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilestarikan dan digelar secara berkelanjutan sehingga bisa menciptakan kekompakan dan keharmonisan antar warga.
“Supaya bisa menciptakan suasana yang humanis, harmonis serta menumbuhkan rasa nasionalisme dari peserta dan masyarakat,” pungkasnya.***
