Karena itu, tempat pengungsian di TPQ Khuriyatul Fikri yang ditempati para pengungsi dari Dukuh Goleng, untuk sementara waktu ditutup.
“Untuk sementara ini, tempat pengungsian di TPQ Khuriyatul Fikri ini kami tutup, tapi tetap ada petugas yang bersiaga. Bantuan logistik yang masih tersisa juga telah kami bagikan kepada warga Dukuh Goleng yang kembali ke rumahnya, setidaknya bisa untuk memenuhi kebutuhan mereka selama tiga hari ke depan,” ungkap Fiza.
Melihat aktivitas para pengungsi yang telah kembali ke rumahnya, Zonanews.id mencoba mendatangi lokasi yang sebelumnya terdampak banjir di RW 15 Dukuh Goleng.
Sepanjang jalan di dukuh tersebut, sudah tidak ada genangan air. Hanya ada bekas banjir seperti lumpur dan limbah kayu yang ada di pinggir jalan.
Kemudian untuk warga, semuanya terlihat mulai membersihkan perabotan rumah tangga hingga pakaian yang teredam banjir beberapa hari terakhir. Namun ada pula yang tetap harus basah-basahan, karena rumah mereka masih teredam banjir setinggi mata kaki.
Salah seorang warga, Husein menceritakan, saat ini kondisi rumahnya sudah bisa ditempati. Sebelumnya, rumahnya terendam banjir setinggi leher orang dewasa atau sekitar 1,5 meter.
“Alhamdulillah sudah mulai kembali ke rumah kemarin, rumah sudah bisa ditempati,” katanya.
Memanfaatkan cuaca yang sudah tidak hujan lagi, Husein bersama istrinya mulai menjemur gabah hasil panennya yang sebelumnya teredam banjir saat disimpan di rumah.
“Jadi sekarang ya gabah dijemur, karena 8 karung kemarin terendam banjir,” ujarnya.***
