Pihaknya menyebut, sekolah yang melakukan sistem pembelajaran daring merupakan sekolah yang terdampak banjir. Baik itu yang tergenang air sampai masuk ruang kelas, maupun akses jalan yang tergenang sehingga membahayakan siswa kalau dilewati.
“Tapi tidak lama, kalau sudah air surut, anak-anak langsung masuk kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Tanjungkarang, Widodo menyebut bahwa kondisi genangan air di area sekolah sudah terjadi sejak Rau, 13 Maret 2024 kemarin. Kondisi genangan air di jalan depan sekolah meluber hingga ke halaman sekolah dan menutup akses masuk.
“Ini sebenarnya halamannya lebih tinggi, tapi karena genangan air di jalan depan itu tinggi jadinya meluber ke halaman. Ini ruang kelas masih bersih, cuman halamannya saja yang tergenang,” katanya.
Widodo menerangkan bahwa selama sekolah setempat masih terdampak banjir, maka akan dilakukan pembelajaran daring. Dimana, sistem pembelajarannya nanti para guru akan memberikan tugas kepada siswa melalui grup whatsapp. ***
