KUDUS, ZONANEWS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana seiring meningkatnya intensitas hujan pada pekan pertama Desember.
Berbagai langkah mitigasi telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengungkapkan bahwa mitigasi bencana telah dilakukan di sejumlah kecamatan yang kerap terdampak.
Ia menjelaskan bahwa ada 33 desa di Kecamatan Jekulo, Mejobo, Undaan, Jati, dan Kaliwungu yang menjadi fokus pemantauan serius terkait potensi banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, sebanyak 17 desa di Kecamatan Gebog dan Dawe juga masuk dalam radar pemantauan BPBD sebagai daerah rawan longsor. Kondisi geografis dan kontur tanah di wilayah tersebut menjadi alasan utama pemantauan intensif.
Desa Terban di Kecamatan Jekulo turut menjadi perhatian khusus meski belum dikategorikan rawan, karena beberapa kali mengalami bencana dalam beberapa tahun terakhir.
BPBD melakukan berbagai antisipasi lebih awal sebagai upaya meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian lainnya. Dengan persiapan matang, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif jika bencana tiba-tiba terjadi.
