“Semoga para atlet usia dini bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan menampilkan kemampuan terbaik mereka di atas lapangan,” harapnya.
Senada, Ketua Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum Sigit Budiarto membenarkan bahwa sistem penilaian audisi tahun ini cukup ketat dari yang terakhir. Tahun 2022, tahap screening akan dilakukan dalam dua tahap. Yakni bermain lima menit pada 19 Oktober dan bermain 10 menit pada 20 Oktober 2022.
Tidak berhenti di situ proses seleksi pada tahap karantina juga akan lenih lama. Bila biasanya hanya satu minggu, kini menjadi tiga minggu.
“Selama rentan waktu tersebut, calon atlet PB Djarum akan dinilai melalui tiga aspek. Yakni tes fisik, tes kesehatan, dan psikotes,” terang Sigit.
Pihaknya berharap dengan berbagai hal yang diterapkan dalam proses seleksi, atlet berkarakter dengan memiliki bakat dan kemampuan mumpuni bisa didapatkan. Tak terkecuali, mereka yang juga memiliki semangat juang dan mental calon juara juga dibutuhkan. ***
