Di sisi lain, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan bahwa memang benar total atlet bulutangkis putri Indonesia minim dari putra. Kelemahan sektor ini dikatakan Yoppy karena pada umumnya antusias putri untuk terus berprestasi, kurang.
“Mereka sudah masuk dan dapat beasiswa PB Djarum sudah merasa puas. Padahal itu batu awal. Perjuangan teruji itu di turnamen. Kalau di turnamen tidak ada prestasinya, siap-siap degradasi,” terang Yoppy.
Yoppy menegaskan, bahwa pelatihan di PB Djarum tidak selamanya. Bila potensi yang dimiliki mulai meredup, posisi atlet akan tergeser.
Untuk itu, agar semangat bertanding pemain putri maupun putra PB Djarum selalu ada, Yoppy selalu memberikan tantangan bagi tiap atlet. Memupuk rasa keinginan kuat agar tiap atlet berusaha agar bisa mengikuti turnamen luar negeri.
“Kita memberikan jalan ke sana. Tapi kalau belum apa-apa tapi minta ke luar negeri, ya tidak bisa. Juara dulu agar bisa ke mancanegara,” terangnya.
Untuk itu, dalam penjaringan atlet belia melalui audisi umum, PB Djarum menginginkan atlet yang super. Memiliki disiplin kuat, rasa tanggungjawab, berjiwa petarung di lapangan, dan terus berkerja keras untuk meraih kemenangan di tiap pertandingan. ***
