Apel Kebangsaan Merah Putih di Kudus Hadirkan Kirab Budaya

Hartopo menyebut, jika saat ini yang dihadapi bukannya hanya soal pandemi. Melainkan juga dihadapkan dengan persoalan intoleransi dan disintegrasi bangsa yang masih jadi ancaman terhadap keutuhan NKRI.

“Salah satunya dipicu oleh paham radikalisme yang identik dengan pandangan ekstrem dan keinginan untuk perubahan yang cepat dan seringkali disertai dengan kekerasan,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Hartopo, paham tersebut tidak cocok berkembang di Indonesia. Yang mana, berlandaskan Pancasila yang selalu menjunjung tinggi keberagaman.

Bacaan Lainnya

“Waspadalah, paham ini harus kita lawan demi keutuhan dan persatuan NKRI,” ujarnya.

Masih kata Hartopo, masyarakat harus bijak dalam bermedia sosial. Seperti, mengecek kebenaran soal berita yang di lihat di medsos sebelum membagikannya.

“Kita juga harus teliti terhadap isu yang berkembang di media sosial yang disajikan dengan konten pemicu radikalisme. Mari bijak dalam bermedsos, cek dan ricek kebenaran sebuah informasi,” imbaunya.

Sementara itu, siswa Wisudha Karya Kudus, Mohammad Syafi’i, mengaku senang diberi kesempatan mengikuti apel kebangsaan ini.

“Senang sekali diberi kesempatan mengikuti apel kebangsaan ini, setelah dua tahun ditiadakan akhirnya tahun ini digelar dengan semarak,” ucapnya.***