Namun ketika debit air melebihi 200 meter kubik per detik, pintu air akan ditutup dan pompa akan mulai dioperasikan.
“Untuk saat ini pompa belum dimainkan karena debit Sungai Wulan rendah, jadi pintu air yang jalan. Ini bentuk kesiapsiagaan kita dalam antisipasi terjadinya hujan lebat dan air melimpas,” katanya.
Dengan berfungsinya semua alat tersebut, Bupati Sam’ani yakin genangan air di wilayah Kecamatan Jati maupun Kota akan cepat surut ketika hujan deras mulai turun.
Sementara itu, Direksi Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang bertanggung jawab atas kencing Draine Kudus, Nizar Suci Raharjo mengatakan bahwa debit Sungai Wulan saat ini masih aman.
Pintu DK1 dan DK2 berfungsi dengan baik. Termasuk kondisi 5 unit pompa dengan skala besar juga baik dan siap difungsikan bila diperlukan.
“Pompa saat ini belum difungsikan karena muka air Kolam Retensi masih rendah. Pompa masih berfungsi dengan baik,” tegasnya.***
