“Anak-anak muda sekarang itu lebih tertarik jika ada kegiatan yang menarik seperti ini, misalnya perpusling yang dikolaborasikan dengan banyak kegiatan, ada pantomim, senam, baca puisi dan sebagainya. Ini bisa memantik minat baca masyarakat,” kata Tarno ketika diwawancarai, Minggu (7/5).
Terkait Perpusling yang diadakan, pihaknya mengaku melaksanakannya rutin setiap minggu di dua tempat, yakni di Balai Jagong dan car free day (CFD) Simpang 7. Kegiatan perpusling ini diharapkan bisa rutin dan konsisten berjalan sehingga dapat menarik minat baca anak muda dan masyarakat di Kudus.
“Jadi perpusling ini tujuannya memang untuk memberdayakan minat baca masyarakat. Makanya kita lakukan berbagai upaya, masing-masing berperan, kita bersinergi bagaimana caranya agar masyarakat itu gemar membaca,” jelas Tarno.
Meskipun di setiap desa sudah tersedia perpustakaan desa, menurutnya kurang berdampak lebih pada tingkat membaca masyarakat. Oleh karenanya, ia menginisiasi agar kampanye gemar membaca ini bisa menarik dan menghibur banyak orang. Terpenting lagi, kata dia, pesan untuk memberdayakan minat baca bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Semacam bentuk pengabdian kita kepada masyarakat. Ayo sama-sama terjun ke desa-desa, ke masyarakat, supaya kedepannya lebih banyak orang yang gemar membaca,” ajaknya. (***)
