“Untuk hari ini, kita lakukan serentak di 8 titik pos di Desa Jepangpakis, kegiatannya sama yaitu upaya cegah stunting seperti di posyandu RW 2 ini,” tambahnya.
Pihaknya pun optimis bisa menyumbangkan kasus zero stunting untuk Kabupaten Kudus di tahun 2024 mendatang. Hal ini tentunya harus didukung pula oleh semua elemen masyarakat, terutama orangtua.
Sementara itu, Camat Jati Fiza Akbar, yang ikut hadir dalam Giat Stunting di Desa Jepangpakis, mengapresiasi atas terselenggaranya upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus, khususnya di wilayah Kecamatan Jati tersebut.
“Apresiasi yang tinggi kepada puskesmas bersama elemen masyarakat yang sudah menyelenggarakan aksi cegah stunting pagi ini. Kegiatan ini tentunya tidak berhenti di sini, dan kami harapkan terus berkelanjutan,” ujarnya.
Ditambah, antusiasme masyarakat yang dinilainya sangat tinggi untuk memeriksakan putra-putrinya di posyandu ini. Fiza menyebut, hal itu penting dilakukan oleh orangtua dalam upaya pemantauan tumbuh kembang anak.
“Sebagaimana kita lihat antusiasnya luar biasa, banyak warga masyarakat yang membawa anaknya untuk dilakukan pemeriksaan sekaligus PMT, kalau terjadi potensi stunting bisa langsung tertangani,” terangnya. ***
