
Sementara itu, Direksi Teknis Lapangan BBWS, Nisar Suci Raharja mengungkapkan, ketika kolam retensi bisa difungsikan, mampu mengurangi 80 persen banjir yang biasanya menggenangi wilayah Desa Jati Wetan hingga Kota.
Ia menjelaskan, pembangunan kolam retensi bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN). Total anggarannya mencapai Rp 350 miliar.
“Anggaran itu diantaranya untuk pembangunan kolam retensi dan pompa pintu air,” kata Nisar.
Ia melanjutkan, akan ada 5 buah pompa yang dibangun di kolam. Di mana masing-masing berkapasitas 5 ribu liter perdetik.
Selain itu, 4 buah pintu air berukuran 2×2 meter juga akan dibangun di lokasi tersebut. Ketika kolam mulai penuh, air akan dialirkan ke Sungai Wulan.
“Pembangunan ini telah dimulai pada 17 Desember 2023 lalu, target selesai akhir Desember 2024. Targetnya, Januari 2025 sudah bisa mulai berfungsi,” terang Nisar.
Untuk saat ini, tim terus melanjutkan proses pembangunan. Di samping pembebasan lahan milik warga Kudus yang digunakan untuk kolam retensi diperkirakan selesai dalam waktu dekat.**
